Ku biarkan kalam berbicara, menunggu hadirnya malam.
malam yg akan mengundang mimpi.
mimpi yg serupa, adakah mimpi itu pasti?
menunggu dan terus menunggu.
bulan itu sudah pergi, pergi tanpa kerelaan hati.
namun diri terus mencari, dan mencari.
tiap malam, menanti bulan itu hadir.
tenyata itu hanya illusi, bulan tiada lagi kelihatan.
menangis diri terus menangis, meratapi satu igauan ngeri.
igauan kah? atau realiti kah?
masih tertanya2, satu jwapan yg belum pasti terjawab.
kini bulan pergi jauh, meninggalkan ak yg sedang rapuh.
rapuh meniti usia,rapuh meniti mautnya ajal.
tahukah dia?apa tegarnya dia?
sakit melambung-lambung,bagaikan ikan besi.
namun masih tiada simpati..
ku biarkan hati terus disakiti.
By:
BILA HATI BERBICARA